Sabtu, 28 November 2009

Laporan SHU Koperasi Simpan Pinjam

LAPORAN SHU KOPERASI SIMPAN PINJAM
“Koperasi Karyawan Taspen Samarinda”

Struktur Modal Koperasi Karyawan Taspen Samarinda meliputi :
1. Modal Sendiri terdiri atas :
§ Simpanan Pokok Bulan Juli tahun 2006 sebesar Rp. 2.300.000,- bulan Maret tahun 2007 sebesar Rp 2.800.000,-
Terjadi kenaikan sebesar Rp. 500.000 disebabkan adanya penambahan aggota.
§ Simpanan Wajib Juli 2006 sebesar Rp 10.263.000,- bulan Maret tahun 2007 sebesar Rp. 21.389.230,-
Kenaikan Simpanan Wajib yang cukup mencolok sebasar Rp. 11.126.230,- (±108%) pada tahun 2006 disebabkan adanya kebijakan baru dalam ART, bahwa jumlah simpanan wajib masing-masing anggota dipakai sebagai indikator pembagi SHU Non USP. Sehingga banyak anggota yang meningkatkan besar simpanan wajibnya perbulan dengan range Rp 10.000,- sampai dengan Rp 200.000.-
§ Modal Cadangan sampai dengan bulan Juli tahun 2006 belum ada atau Rp 0,- bulan Maret 2007 Rp 6.896.000,- berasal dari SHU-SHU sebelumnya.
2. Modal Pinjaman :
§ Kredit PUKK PT.Taspen(Persero) pada Maret 2007 tercatat sebesar Rp150.000.000,- dengan sisa hutang sebanyak Rp. 141.666.667,-
b. Simpanan Sukarela Anggota
§ Simpanan Sukarela Juli 2006 sebesar Rp. 1.894.400,- pada bulan Maret 2007 menjadi Rp. 7.216.865,- , terjadi kenaikan sebesar Rp. 5.322.465,- setara dengan ±281 %, peningkatan yang sangat significan disebabkan 15 % dari SHU Unit Simpan Pinjam dibagi proporsional berdasarkan jasa simpanan sukarela.


c. Tingkat Perkembangan Simpanan Pokok, Simpanan Wajib dan Simpanan Sukarela Selama Kurun Waktu Maret 2006 sampai dengan Maret 2007.
Jenis Simpanan


Juli 2006
Maret 2007
Simp. Pokok


2.300.000,-
2.800.000,-
Simp. Wajib


10.263.000,-
21.389.230,-
Simp. Sukarela


1.894.400,-
7.216.865,-
Total Simpanan


14.457.400,-
31.406.095,-
Setelah pembagian SHU
BAB IV
BIDANG USAHA
Kopkar Taspen Samarinda melakukan aktivitas Aneka Usaha (multi purpose) selain memenuhui kebutuhan anggota Kopkar juga melaksakan kegiatan lain yang terkait dengan bukan anggota, kegiatan tersebut antara lain :
Usaha Simpan Pinjam
Usaha Selain USP (Non USP)
o Usaha Laminating
o Usaha Cleaning Service
o Usaha Pengadaan Satpam dan Sopir
o Usaha Perdagangan barang dan jasa baik yang berkaitan langsung dengan anggota atau dengan pihak ketiga.
o Usaha lainnya
Penjelasan kinerja Unit Simpan Pinjam dan Unit Usaha Selain USP berdasarkan biaya-biaya yang sudah dikelompokan adalah sebagai berikut:
F Usaha Simpan Pinjam.
Unit Usaha Simpan Pinjam (USP) merupakan usaha inti (core business) Kopkar sesuai dengan pasal 1 ayat 2 ketentuan Anggaran Rumah Tangga Kopkar, dan unit USP dikelola terpisah mengacu kepada Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 1995 tentang Pelaksanaan Usaha Simpan Pinjam Koperasi. Pertimbangan menentukan USP sebagai usaha inti Kopkar Taspen adalah karena Anggota Kopkar terdiri dari orang-orang yang bekerja di Lembaga Keuangan yang kebanyakan mempunyai keahlian (skill) di bidang Keuangan. Jumlah kredit yang tersalur sampai dengan bulan Maret 2007 mecampai angka 199 juta rupiah, dan sisa piutang yang tercatat sampai dengan Maret 2007 adalah ;
Piutang Kredit Cicilan Rp. 179.833.249,-
Piutang Kredit Khusus (kebutuhan insidentil) Rp. 0,-
Total piutang Rp. 179.833.249,-
Kredit yang disalurkan terselenggara dengan adanya partisipasi anggota menanamkam modalnya pada koperasi, berupa Simpanan Pokok, Simpanan Wajib dan simpanan Sukarela ditambah dengan modal pinjaman dari perusahaan (Kredit PUKK).
Kinerja USP Kopkartaspen selama tahun Juli 2006 sampai dengan Maret 2007 adalah sebagai berikut:
Ø Pendapatan kotor selama periode adalah sebesar Rp. 9.045.601,- pendapatan tahun ini masih rendah, karena realisasi kredit yang berasal dari pinjaman PUKK baru disalurkan pada bulan Januari 2007. Perkiraan pendapatan USP periode sampai Desember 2007 ± Rp 21.500.000,-. Hal ini disebabkan antara lain oleh tingginya animo anggota memanfaatkan jasa koperasi, karena 35 % dari SHU USP dibagikan sesuai dengan perbandingan jasa angota pada USP dan target memindahkan seluruh pinjaman anggota pada Bank telah terealisir ± 50 % sehingga meningkatnya jumlah pinjaman dan berdampak kepada pendapatan Koperasi Unit Simpan Pinjam.
Ø Pengeluaran Unit Simpan Pinjam dalam realisasi sampai dengan Maret 2007 adalah sebesar Rp. 3.183.390,-, besarnya pengeluaran ini disebabkan pembayaran bunga Kredit PUKK yaitu 12,00 % pertahun dihitung saldo kredit. Untuk menghindari biaya besar ini diharapkan kepada seluruh anggota yang mempunyai tabungan di Bank supaya memindahkannya ke KopkarTaspen, karena dengan uang tabungan anggota diperkirakan biaya modal ini hanya berkisar 3,6 % - 4,8 % per tahun.
Ø Perolehan SHU USP adalah Rp. 5.862.211,-, diharapkan SHU sampai dengan akhir periode ini yaitu Desember 2007 sebesar Rp 12.000.000,- dan apabila simpanan anggota bisa direalisir dan pemindahan pinjaman anggota dari bank dapat diwujudkan kemungkinan pendapatan unit ini akan mencapai 20 juta rupiah.
Rasio likuiditas USP yang menunjukan tingkat kemudahan relatif pengembalian hutang lancar dari aktiva lancar yang tersedia adalah Rp. 189.947.770,- dibagi dengan Rp 7.216.865,- = 26 kali. Rasio ini sangat tinggi karena hutang kredit PUKK dikelompokan kepada hutang jangka panjang.

Menyambut tantangan globalisasi, tahun 2007 Kopkartaspen merencanakan akan memberikan kredit kepada pensiunan, untuk hal ini Kopkartaspen sangat membutuhkan tambahan dana baik dari anggota atau diluar anggota. Sesuai dengan amanat Anggaran Dasar pasal 30 ayat 4 dan Anggaran Rumah Tangga pasal 22 bahwa “masyarakat umum atau pemerintah / perusahaan dapat menanamkan modalnya pada Kopkartaspen dalam bentuk kerjasama penyertaan modal dengan jumlah penyertaan minimal Rp 5.000.000,-.” Bagi hasil penyertaan modal dan manajemen pengelolaan dapat dinegosiasikan sesuai keinginan kedua belah pihak.
§ Ilustrasi apabila ada penyertaan modal dan pelaksanaan kredit untuk pensiun.
Diasumsikan adanya penyertaan modal dari pemerintah/perusahaan atau masyarakat umum lainnya sebesar ± Rp.250.000.000,-, dengan prosentase bagi hasil 50 : 50 .
Pada bulan kedua diperkirakan seluruh dana sudah tersalurkan, dengan tingkat suku bunga tetap 14 % pertahun atau ± 1.17 % perbulan, biaya administrasi 1 %, jangka waktu angsuran maksimal 36 kali. Berdasarkan data ini diperkiran tingkat perputar modal rata-rata 2.45 kali pertahun atau 7.35 kali selama 3 tahun, maka dalam jangka waktu 3 tahun pemberian pinjaman yang tersalurkan akan mencapai angka ± Rp. 937.462.000,-
Perkiraan pendapatan selama 3 pertahun adalah sebagai berikut :
Biaya Adm 1 % X Rp 937.462.000,- =Rp 9.374.000,-
Pend. bunga pinjaman =Rp211.604.000,-
Jumlah =Rp220.978.000,-
Biaya Pengelolaan 5 % X Rp.220.978.000,- =Rp 10.049.000,-
Sisa Hasil Usaha Kotor =Rp210.929.000,-
Biaya modal 50% x Rp 210.929.000 =Rp104.964.500,-
Sisa Hasil Usaha Bersih =Rp104.964.500,-
Rata-rata Pendapatan per tahun Rp 104.964.500,-/3 =Rp 34.988.300,-
R.O.I (Return on Investment) untuk investor = Profit / Investment = 34.988.300 / 250.000.000 = 14.00 % per tahun
Apabila modal sebesar Rp 250.000.000,- diperoleh dari anggota maka pendapatan sebesar Rp. 69.976.400,- pertahun adalah milik koperasi yang dapat dibagikan secara proporsional kepada anggota.
R.O.I (Return on Investment) apabila modal sendiri = Profit / Investasi = 69.976.400 / 250.000.000 = 28.00 % per tahun, sedangkan tingkat bunga deposito saat ini adalah antara 7 – 8 % pertahun.
Tabel Perhitungan

F Unit Usaha Selain Simpan Pinjam (NON USP)
Total Pendapatan Barang & Jasa =Rp 229.220.026,-
Harga Pokok Penjualan =Rp 5.307.172,-
Hasil Usaha =Rp223.912.854,-
Biaya Operasional =Rp182.425.710,-
Pendapatan Usaha Non USP tahun 2006 =Rp 41.487.144,-

Total pendapatan Seluruh bidang usaha selama Juli 2006 - Maret 2007 adalah sebesar Rp 238.265.627,-
Beban usaha selama tahun 2006 sebesar Rp 190.916.272,-
Total Sisa Hasil Usaha tahun 2006 adalah Rp 47.349.355,-
Sebagian besar atau ± 71% dari SHU Kopkartaspen didistribusikan kepada anggota dengan perincian sebagai berikut :

SHU kotor Rp 47.349.355,-
Pajak 10 % Rp 4.734.935,-
SHU bersih Rp42.614.420,-
SHU yang dibagikan kepada anggota Rp 21.307.210,-
Cadangan sebagai pemupukan modal anggota Rp 12.667.082,-
Total SHU yang dikembalikan kepada anggota Rp 33.974.292,-
Dana pengurus & Badan Pengawas Rp 4.261.441,-
Dana pendidikan Rp 2.130.720,-
Dana Kesejahteraan Pegawai Rp 2.130.720,-
Dana Cadangan risiko Rp 117.244,-
Rp 59.970.186,-
Total SHU yang dikembalikan kepada Anggota Rp 33.974.292,-
Bunga pinjaman dari anggota kepada Kokartaspen Rp 9.045.601,-
Keuntungan anggota Rp 24.928.691,-
Anggota sebetulnya belum memberikan bunga terhadap pinjaman yang diberikan Kopkartaspen.
www.taspen.com/files/humas/laporan%20tahun%202006.doc

3 komentar:

  1. bagi yang merasa kesulitan dengan sistem perhitungan pembagian SHU, ada baiknya menggunakan sofware (program) komputer dalam penghitungan secara otomatis agar efektif dan efisien.

    semoga artikel berikut bisa membantu

    http://www.armadilloaccounting.com/blog/2010/09/mekanisme-pembagian-shu-armadillo-simpan-pinjam

    terima kasih.

    BalasHapus
  2. Hallo Pa Muhammad, saya heri dr majalengka mau minta saran pendapatnya dan bagi pengalaman tentang pengelolaan koperasi yang sehat itu gimana ya ?, bagaimana dan dari mana kita memulai nya ? saya belom begitu mengerti secara teknis pengelolaan managemen koperasi itu, bisa anda jelasin atau kasih saya referensi artikel atau example yg anda punya tahap demi tahap yang harus saya siapkan dan lakukan jika ingin membuat sebuah koperasi ! thanks ..... (eiherry@yahoo.co.id)

    BalasHapus
  3. ingin lebih mudah dalam melakukan penghitungan SHU per anggota untuk RAT...???
    Silakan download Gratis Software Akuntansi untuk Koperasi di link berikut : DOWNLOAD SOFTWARE KOPERASI

    BalasHapus